Selasa, 06 Januari 2015

"Sejarah 99% Ku"

Di awal pendidikan aku sering menangis, karena setiap usai mengantar ibu ku selalu pulang. Tinggallah aku bersama pahlawan.
Ketika jam pulang tiba, aku kembali menangis, karena ibu selalu terlambat menjemputku.

Usai sudah masa tangis-tangis itu,
Dijenjang kini aku sudah bisa datang dan pulang sendiri.
sebab lokasinya pun tidak jauh dari rumah.
Disaat jam istirahat tiba, aku bahkan dapat pulang sejenak untuk jajan dirumah... (asik)..

Di akhir dari jenjang yang memang dekat ini.
Aku mulai digalaukan dengan primadona.
Nah,, galauan primadonanya adalah cuma satu,
yaitu sesuatu yang maknanya banyak.
Apakah itu? hehehehehe

Para pahlawan bilangnya gini:
"Anak-anak ku, kalian cita-citanya apa?

Tidak seperti siswa lainnya.
Aku selalu tidak bisa menjawab dengan singkatan PD atas pertanyaan tersebut.

Kenapa? Apa yang terjadi dengan diri ku?
Setelah sekian lama aku belajar MATA PELAJARAN YANG BANYAK ini, masak aku tidak bisa menjawab pertanyaan pahlawan ku itu?
..................
Aku tidak punya pilihan, karena begitu banyak pelajaran yang dijarkan kepada ku.

Di setiap penghujung jenjang yang telah ku tempuh, aku selalu berharap di jenjang berikutnya akan mendapatkan pembelajaran khusus.

Akhirnya, harapan ku itu dapat tersalurkan lewat nama yang dahulunya dihargai oleh banyak orang, yaitu Strata 1.
Namun dipenghujung strata ini, anggapan yang ada di sejarah 99% ku itu semakin membuat badai kekecewaan akan PENDIDIKAN YANG TERAPLIKASI DENGAN BEGITU BANYAK MK/SKS kembali melangit dalam diri ku.

Inilah sejarah 99% ku,
Makna dan intinya adalah banyaknya mata pelajaran yang ku pelajari belum bisa menjawab pertanyaan pahlawan ku [cita-cita].

1% masih dalam proses... hahahahaha
___________________________
https://www.facebook.com/Fakultas.Tasawuf
AS/05/01/2015/1:52/

Tidak ada komentar: