Selasa, 30 Desember 2014

Meningkatkan Kesadaran Diri

Tiada..
Adakah tiada itu ada teman?
Diam..
Seperti apakah diam itu teman?
Cinta..
Masih adakah cinta itu pada kita teman?
Ikhlas..
Pernahkah ikhlas itu terniat dalam setiap perbuatan kita teman?
Syukur..
Seberapa seringkah syukur itu tersirat dalam setiap sikap kita teman?
................
nazari.mahda@gmail.com

"Es Cendol: Si A Bertanya, Si B Menjawab"

A: hey teman!
B: ya,, ada apa?

A: Pernahkah engkau merasakan cinta sejati dalam hidup mu?
B: Pernah.

A: Seperti apakah cinta sejati mu itu teman?
B: cinta sejati yang pernah ku rasakan ialah bagaikan cinta pahlawan ku kepada buah hatinya.

A: Lalu pernahkah engkau memperoleh cinta sejati selain dari pahlawan mu itu?
B: Pernah.

A: Disaat kapan engkau memperolehnya teman?
B: Aku akan memperoleh cinta sejati dari semua orang ketika aku mencintai mereka seperti cinta pahlawanku kepada ku.

A: Layakkah semua orang engkau cintai teman?
B: Semua orang layak untuk ku cintai.

A: Karena kenapa teman?
B: Karena ku anggap mereka semua sama dengan pahlawanku, yaitu sama-sama ciptaan Tuhan ku.

A: Bagaimana engkau ini teman, Apakah cinta itu akan cukup untuk engkau berikan kepada semuanya?
B: Itulah kuasa Tuhan ku teman, Ia telah menciptakan aku, dan mengkaruniai kepada ku satu pedoman dan tiga kemampuan.

A: Maksudnya, pedoman dan kemampuan yang seperti apa itu teman?
B: Ketahuilah teman, pedoman yang ku maksud ialah Al-quran yang telah didakwahkan oleh Nabi Muhammad sebagai rasul Tuhan ku. Dakwah pedoman yang telah sampai kepada ku ini ku pelajari dengan tiga kemampuanku. Pertama, Tuhanku telah menganugerahi panca indera untuk ku mengamati alam ciptaan-Nya berdasarkan pedoman-Nya teman. Kedua, Tuhanku juga telah menganugerahi akal agar aku dapat memikirkan segala apa yang telah ku amati tersebut teman. Adapun yang ketiga teman, Tuhan telah menganugerahkan juga hati kepada ku agar aku dapat merasakan betapa besar cinta pahlawan ku kepada ku. Hingga aku dapat mengambil pelajaran darinya, dan akhirnya aku pun dapat membagikan cinta pahlawan ku kepada siapa saja yang ada bersama ku.

A: Demikiankah teman? Lalu bagaimana dengan cinta itu sendiri, apakah engkau tidak takut apabila suatu saat cinta mu itu akan habis?
B: Aku tidak takut akan hal itu teman, karena sesungguhnya cinta itu bukanlah buah APEL teman. Ia tidak akan pernah habis meskipun telah diberi dan dirasakan oleh beribu-ribu insan.

A: Ooooooo,,,yayayaya.. Oke, terimakasih teman. Malam ini sungguh luar biasa. Engkau telah berkenan menjawab semua pertanyaan ku. ku cintakan dirimu.
B: Oke teman, sama-sama.
.........................
nazari.mahda@gmail.com

Perbedaan Pemahaman Pan Islamisme antara Rasyid Ridha dengan Gurunya

Perbedaan pemahaman Rasyid Ridha dengan para gurunya dapat terketahui dari beberapa pernyataannya bahwa umat muslim mesti bersatu dibawah satu keyakinan, satu sistem moral, satu sistem pendidikan, satu sistem hukum negara khalifah mujtahid yang tidak bersifat absolut, serta dalam berbagai persoalan tetap harus berpegang pada mazhab dan pendapat tertentu. Sedangkan gurunya tidaklah berkeyakinan demikian. Mazhab dan pendapat yang diyakini oleh Rasyid Ridha adalah ibn Hambal dan ibn Taimiyah.[1]
 
Menurut Muhammad Abduh, suasana umat Islam di zaman sekarang ini tidak sama lagi dengan zaman terdahulu. Sehingga umat Islam mesti menyesuaikan ajarannya dengan keadaan sekarang, yaitu dengan meninggalkan taklid terhadap ulama-ulama terdahulu, dan mengadakan ijtihad oleh orang tetentu secara langsung pada Al-Quran dan Hadits mu’amalah yang masih bersifat umum.[2]
 
Adapun menurut Jamaluddin AL-Afgani, persatuan umat Islam merupakan perihal utama yang mesti kembali kepada ajaran-ajaran dasar Islam yang sebenarnya; caranya ialah dengan melenyapkan pengertian-pengertian yang salah; hati mesti disucikan; kesediaan berkorban untuk kepentingan umat; budi pekerti luhur mesti dihidupkan kembali; corak pemeritahan otokrasi harus dirubah dengan pemerintahan republik yang didalamnya terdapat kebebasan mengeluarkan pendapat dan kewajiban kepala negara tunduk kepada undang-undang dasar; serta kepala negara harus mengadakan syura dengan pemimpin-pemimpin masyarakat yang berpengalaman.[3]
  1. Harun Nasution “Pembaharuan dalam Islam: Sejarah Pemikiran dan Gerakan”, cet. 12, (Jakarta: PT. Bulan Bintang, 1996), 75-76.
  2. Ibid, 63-64. 
  3. Ibid, 56.

Kamis, 04 Desember 2014

salam cinta untuk semua

Sudah tidak ada lagi cinta,
karena saya telah berhasil menghilangkan cinta.
Hal apakah yang telah membuat saya berhasil menghilangkan cinta tersebut?
Sebenarnya, kehilangan cinta yang bagaimanakah yang saya maksud?


    Foto: Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Semua orang membutuhkan cinta,
Semua orang berkewajiban untuk memberikan cinta,

maka itu artinya tidak ada orang yang tidak berhak untuk dicintai.

Namun apa gerangan dengan saya yang telah menghilangkan cinta?

cinta yang saya hilangkan ialah cinta yang hanya terpaku pada seseorang.
saya ingin memberikan cinta kepada semua orang, kerena cinta bukanlah buah apel.
Ia akan terus ada dan kuat, meskipun telah tercurahkan kepada semua.

Lalu bagaimana?
Apakah cinta yang akan tercurahkan semuanya sama?

Cinta yang akan tercurahkan tidaklah sama.
Ia akan tercurahkan secara beragam, sebagaimana ragamnya segala yang ada.

Salam Cinta untuk semua...
[nazariibnumahmuddin.03.12.04.ush.com]

Senin, 01 Desember 2014

Rindu

Kawan Tercinta,

Ada sesuatu dibalik sesuatu, yaitu rindu.
Rindu adalah keinginan hati yang terhalang oleh kenyataan jasad yang
dikendalikan oleh kehendak utama.

[IRAZAN.30.11.14.ASTA.COM]