Sabtu, 04 Januari 2014

Di Pandang Sebelah Mata [ASRAMA SAWANG]



Sudah lebih dari dua tahun lamanya, keberadaan Asrama Sawang, tepatnya di lorong Lam Ara Tiga Desa Rukoh, Syiah Kuala Banda Aceh, masih di pandang sebelah mata oleh masyarakat sawang khususnya para mahasiswa yang ada di Banda Aceh.
Mengapa saya berkesimpulan demikian? karena apa yang saya katakan tersebut, itulah kenyataan yang terjadi di wajah dan sikap kita selama Asrama Sawang tersebut didirikan. Andai saja, jika kita mau mengkaji kembali secara seksama tentang bagaimana besar sulitnya perjuangan yang telah dilakukan oleh orang-orang tua kita, maka sungguh kita akan menyadari bahwa kita belum tentu sanggup untuk mengusahakan seperti apa yang telah mereka usahakan. 
Teman-teman, memang untuk sekarang ini tidaklah mungkin bagi kita kembali berada dimasa mereka, berjuang dan bersusah payah bersama mereka, merasakan jatuh bangunnya dalam mencari dana, sehingga asrama yang diidamkan untuk anak cucunya telah ada didepan mata kita, meskipun tidak sebagus asrama daerah lain.

Teman, sekarang apalagi yang kurang, apalagi lagi yang kita risaukan. Sungguh tidaklah banyak yang mereka inginkan dari kita: 

"asrama kana lage nyan rupa, jinoe hanya tinggai sama-sama ta jaga, bek sampe reuloh ata yang kana, meunyoe ka kutoe, maka ka peugleh, meunyoe ka reuloh maka ta peugot, nyan reukeuning listrik meunyoe katroeh buleun ka bayeu sama-sama".

Wahai Teman lon, marilah kita hilangkan sikap apatis kita terhadap rumah (tempat tinggal kita sendiri. Anggaplah asrama kita itu sebagai rumah yang kita bangun dengan jeripayah kita, kita jaga dan rawat ia dengan baik, sebagaimana layaknya kita menjaga dan merawat diri kita sendiri.

Asrama Sawang, meskipun ia kecil, di pandang sebelah mata dan jauh dari perhatian, tetapi ialah harta kita, harga diri kita, tempat tinggal kita, tempat kita berteduh di saat hujan dan panas membuluti kita di rantau ini. 

Wahai Teman, tidak dapat kita pungkiri bahwa detik demi detik hidup kita ini selalu dalam rahmat dan kasih sayang Allah swt. Maka dari itu, marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur kepada-Nya. Detik demi detik umur kita terus bertambah, itu artinya yang harus kita pertanggungjawabkan pun semakin banyak. namun demikian, saya selaku Bendahara Asrama yang telah teman-teman percayakan selama ini, memohon diri dari tanggung jawab tersebut, sudah saatnya kita berikan kesempatan kepada teman-teman yang lain untuk memimpinnya. Mari kita adakan pemilihan pengurus asrama yang baru, agar kedepannya asrama kita dapat terjaga dan teratasi secara lebih baik.

Demikianlah harapan saya kepada teman-teman semua. Jika ada kata-kata saya yang berlebihan ataupun kurang berkenan maka saya mohon maaf sebesar-besarnya. Semoga teman-teman dapat mengerti. Mari kita berusaha untuk menjadi lebih baik.   

Tidak ada komentar: