Selasa, 07 Januari 2014

AQIDAH DAN FILSAFAT SESAT,

Ini lah ucapan yang sering kita dengar dari mulut-mulut mereka yang kurang memahami pengajaran dan pembelajaran yang terdapat di Jurusan Aqidah dan Filsafat. Memang setiap manusia mempunyai pandangan serta kritikan terhadap apa yang mereka lihat dan dengar. Akan tetapi, tidak lah berarti bahwa mereka dapat menggelar atau menghukum seseorang yang mempelajari filsafat dengan sesuka hati. Apalagi dengan menghukum atau menyatakan kafir kepada penuntutnya.
Dalam konteks keilmuan, jika kita belum mengetahui dan memahami konsep keilmuan itu sendiri maka sikap mengkafirkan dan mengatakan sesat sangat lah tidak pantas. Aqidah dan Filsafat ini merupakan salah satu jurusan yang ada di Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry Banda Aceh, sehingga ruang lingkup kajian jurusan ini tidak terlepas dari ranah keushuluddinan itu sendiri. 
Kemudian, perlu dipertegas juga bahwa di Jurusan Aqidah dan Filsafat, pisau bedah yang digunakan untuk mengkaji problem keislaman ialah dengan pemikiran dan tasawuf yang tetap berlandaskan pada Alquran dan sunnah. Berdasarkan keterangan ini, maka sangat lah tidak benar bagi siapa pun untuk mengatakan kafir terhadap para penuntut filsafat.
Contohnya dalam Filsafat Islam.
Di bagian ini, Islam dijadikan sebagai salah satu subjek di dalam pembelajaran di Aqidah dan Filsafat. Dalam Filsafat Islam kita akan belajar memahami konsep pemikiran para filosof Islam tentang segala permasalahan yang berlaku, seperti kajian tentang Tuhan, alam dan manusia. Sebut saja kajian tentang Tuhan misalnya. Kebanyakan orang yang tidak paham mengatakan bahwa untuk apa mencari atau membahas Tuhan? karena Allah itu adalah Tuhan, sehingga tidak perlu mengkaji atau mencari zat Allah.
Disini lah salah satu kesalahpahaman orang terhadap Aqidah dan Filsafat. Sebenarnya, para Filosof Islam mengkaji atau mencetuskan teori kajian terhadap kewujudan Tuhan bukan lah untuk menunjukkan bahwa mereka telah lari dari landasan Islam. Akan tetapi, teori mereka ini tujuannya adalah untuk melawan pemikiran filosof kafir yang membayangkan Tuhan dengan berbagai unsur seperti air, api dan udara.
Ini lah tugas para filosof Islam ketika itu, yaitu berfilsafat dalam usaha menjawab sanggahan-sanggahan orang kafir terhadap Islam. Mereka para penentang Islam, menggunakan logika ataupun akal semata untuk menentang Islam, agar umat islam menjadi keliru dan ragu, sehingga orang Islam dapat mempercayai dakwah yang mereka bawa. Berdasarkan hal inilah, para penuntut aqidah dan filsafat terlahir untuk mempelajari konsep pemikiran keislaman berdasarkan pedoman, yaitu Al Quran dan hadis. 
Contohnya begini, jika kita hanya menggunakan dalil alquran dan hadits untuk melawan dakwah orang yang menggunakan akal semata maka kita akan tersungkur olehnya karena kita tidak memahami kaedah dan suasana yang mereka utarakan. Maka oleh sebab itu, tidak lah wajar bagi siapa pun untuk menghukum para penuntut aqidah dan filsafat sebagai orang yang sesat dan kafir, akan tetapi marilah kita bersama-sama untuk memartabatkan Islam di dunia ini. Jika mereka meggunakan akal maka kita juga harus menggunakan akal, tapi tidak bermakna kita menolak dalil. Dalil al- Quran tetap kita jadikan sebagai sumber utama dalam setiap penuntutan materi yang ada di Aqidah dan Filsafat. 
Filsafat berasal dari perkataan fhilo sofea yang berarti cinta kebijaksanaan. Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa Islam, mari kita gunakan akal ini secara bijak dan cinta ilmu. Jangan sesekali kita meremehkan ilmu Aqidah dan Filsafat maupun ilmu islam lainnya, karena semua itu adalah ilmu yang berusaha membesarkan Allah dalam setiap dimensi kehidupan yang sementara ini....wallahualam. .
Penulis            : Amir bin Ahmad Pohat [11 Desember 2013. 03:06]
Penyunting     : Nazari Mahda [11 Desember 2013. 23:37]

  [Sekilas Opini Mahasiswa di Jurusan Aqidah dan Filsafat. Leting 2011]

Tidak ada komentar: